TAUSHIYAH AHAD SHUBUH, Masjid Al-Hidayah Kampung Melayu Tua Tunu Pangkalpinang, Rusydi Sulaiman: Agama, Hakikatnya Adalah Hubungan Privat Manusia dan Tuhan

Bagikan

MADANIA CENTER — Manusia awalnya sangat yakin akan kekuatan dirinya, hampir tidak membutuhkan orang lain bahkan mungkin Tuhan. Potensi akal dan kalbu menjadikan sebagian manusia berpaling dan sombong. Malaikat pun mengkritisi *dan mengkhawatirkan sikap manusia tersebut, berbeda* dengan kepatuhan mereka kepada Tuhan, Allah Swt.

Terpaan masalah bertubi tubi yang tak teratasi membatasi manusia sehingga mereka sadar akan kelemahan dan ketidakberdayaan dirinya. Sejak itu, manusia meyakini ada kekuatan magis diluar dirinya. Fenomena meyakini banyak Tuhan, beberapa beberapa Tuhan hingga satu Tuhan mengindikasikan hal tersebut.

Atas dasar itu, Rusydi Sulaiman dalam Kegiatan Taushiyah Ahad Shubuh, 19 juli 2026 di Masjid Al-Hidayah Kampung Melayu Tua Tunu Pangkalpinang mengurai tentang akidah dalam beragama sebagai bentuk penghambaan manusia kepada Allah Swt.

Menurut Guru Besar IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung tersebut, hal mendasar dalam agama adalah keyakinan ( akidah), dalam QS.Al-Hijr (15): 99)–Artinya: “Dan sembahlah Tuhanmu hingga keyakinan datang kepadamu”. Keyakinan dengan kekuatan bathin (tashdiiqun bil-Qalbi) dan kekuatan logika. Sifat duapuluh Allah adalah prinsip dasar dalam men-tauhid-kan Allah.

Tegasnya, jangan sampai tradisi dan kebiasaan serta kegemaran melampaui agama. Sesungguhnya hakikat agama adalah hubungan privat manusia dan Tuhan. Selebihnya apalagi simbol atau atribut keagamaan bersifat melengkapi.

Direktur Madania Center tersebut mengajak para jama’ah memperkuat mujahadah dengan riyadhah tertentu sebagai batasan (tanzhiimul-‘Amaliyaat) dalam ibadah.

Alhamdulillah, jama’ah shubuh sangat antusias dan khusyu’ mendengar. Masjid Al-Hidayah tidak pernah sepi dari kegiatan semacam ini–edisi ke 135. Wassalam. (*)